Move On?, hmmm gampang2 susah sih…

move-on

                   Move On bukanlah tentang MELUPAKAN, karena apa yang
sudah menyentuh hati, tak mungkin terlupakan. Semakin kamu berusaha melupakan, semakin sulit
langkah mu karena FOKUS mu masih tentang dia. Mencari pengganti yg lebih baik agar Move On juga
kerap tidak berhasil, karena FOKUS mu masih untuk
melupakan dia. Kamu memang TIDAK BISA membohongi diri dengan
mencari pengganti yang mirip dengan nya, karena
disatu sisi, kamu juga tau bahwa itu BUKAN DIA. Tak
peduli seberapa mirip, ITU TETAP BUKAN DIA. Move On memang bukan tentang melupakan atau cari
pelarian, namun tentang MENERIMA KENYATAAN.
KENYATAAN bahwa dia memang sudah pergi. Tak perlu menyalahkan, tak perlu membenci. Cinta
bukan untuk saling benci. HARGAI saja keputusan nya
untuk pergi, lalu sadari bahwa yang buatmu sakit hati
adalah EKSPEKTASI mu sendiri. Sadari bahwa yang
buatmu sakit hati, adalah KETAKUTAN mu jalani esok
hari, tanpa dia menemani. ** Dia memang Indah.. namun tanpanya, hidupmu
MASIH PUNYA ARTI. Lepaskan ekspektasi, hadapi rasa takut jalani hari.
Itulah langkah awal untuk Move On. Ya, ya.. saya tau kamu pasti berfikir bahwa Move On
tidaklah semudah itu karena pikiranmu akan
memberikan 1001 macam alasan, suara, bayangan
dan ingatan akan betapa brutal, sadis, perih, sesak,
nusuk, dan tidak adil nya keadaan mu yang amat
sangat luar biasa parah dan menderita nya saat ini. Namun ingat bahwa yang membuatmu menderita
adalah EKSPEKTASI mu sendiri.

                    Jika kamu tidak peduli terhadapnya, kepergian nya
TIDAK AKAN MENGGANGGU MU SAMA SEKALI. Namun karena kamu SANGAT PEDULI dan memiliki
EKSPEKTASI yang besar terhadapnya, maka
kepergian nya (yang sudah tentu DILUAR EKSPEKTASI)
merupakan RASA PAHIT yang membuatmu terkejut,
terpaku, ter-iris dan terpukul lalu jatuh kedalam
dimensi hitam yang dalam terjemahan bahasa Indonesia disebut SAKIT HATI. Jika sakit hati mu adalah produk dari EKSPEKTASI mu
sendiri, maka musuh mu yang sebenarnya bukanlah
kepergian nya, melainkan PIKIRAN MU SENDIRI. Jika musuh mu yang sebenarnya adalah pikiran mu
sendiri, maka *TENTU* KAMU DAPAT MENGENDALIKAN
nya. Kuncinya adalah FOKUS. Jika kamu memikirkan betapa sakit, perih, nusuk,
nyesek dan tidak adil nya keadaan mu, maka FOKUS
mu masih tentang dia. Disisi lain jika kamu berusaha MELUPAKAN dia, kamu
akan temukan jalan buntu karena KAMU TIDAK
MUNGKIN MELUPAKAN DIA karena otak mu memiliki
memori yang tajam khususnya tentang DIA yang dulu
pernah begitu amat sangat indah mencium mu,
memeluk mu, memanjakan mu dan memberi harapan dan FOKUS mu masih tentang dia. Dan jika kamu berusaha cari pelarian dengan embel-
embel pengganti yang jauh-jauh lebih baik dari dia
NAMUN menggunakan dia sebagai tolak ukur, maka
FOKUS mu juga masih tentang dia. ..dan semua FOKUS tentang dia begitu amat sangat
menyakitkan. Jika FOKUS tentang dia begitu menyakitkan, maka
LAKUKAN APAPUN untuk mengalihkan, membelokan
dan mengarahkan arus pikiran TENTANG DIA kepada
AKTIFITAS / KEGIATAN yang LEBIH LAYAK, MENARIK
dan MENYENANGKAN untuk dilakukan. CARA TERBAIK menghentikan arus pikiran yang
mengalir begitu cepat adalah dengan PERGERAKAN
(Movement).

                      Kegiatan penuh pergerakan seperti hang-out
bersama teman-teman, jalan-jalan, lari-lari, shopping,
dugem, nonton konser musik, liburan bersama
keluarga dan olah raga akan AMAT SANGAT
MEMBANTU. ..dan jika kamu tidak dapat melakukan kegiatan
seperti diatas karena harus berada dikamar
sendirian, bacalah buku, main internet, nonton tv,
dengar musik, atau telpon teman. Buatlah dirimu lelah agar ekspektasi mu tidak
menyusup kembali kedalam pikiran mu. ..dan jika kamu harus BERTEMU DIA ditempat kerja
atau kampus, alihkan pandangan dan pikiranmu
dengan membaca buku, mendengar musik atau
bermain internet. Apapun itu, alihkan saja FOKUS mu. Saat awal, pasti akan terasa SULIT dan BERAT. Namun jangan mengeluh dan LAKUKAN SAJA. Bayi yang baru belajar berjalan juga akan merasa
sulit dan berat disaat awal. Namun ia terlalu bodoh
untuk berfikir apalagi mengeluh. Ia hanya akan terus
LAKUKAN SAJA hingga ia dapat berjalan. Saat ia jatuh, ia bangun. Ia akan terus MOVE, MOVE, MOVE hingga ia dapat
berjalan. Itulah arti kata MOVE ON, yaitu MULAI BERGERAK dan
TERUS BERGERAK HINGGA BERHASIL *WALAU* awalnya
terasa berat, terasa sulit. Kebanyakan orang merasa BERAT dan SULIT MOVE ON
karena mereka HANYA MEMIKIRKAN CARA MOVE ON
dan MENGELUH *TANPA ADA PERGERAKAN* Jika terasa berat, YA LAKUKAN SAJA. Menjalankan memang tidak semudah membaca
tulisan, namun langkah kecilmu yang terasa berat,
dapat menjadi ringan dan mudah, KARENA TERBIASA. Namun mungkin, Move On juga memiliki makna yang
lebih dalam daripada hanya sekedar melepas
ekspektasi, hadapi rasa takut, dan move, move,
move. Mungkin Move On juga ingin mengajarkan kita untuk
LEBIH TULUS memaafkan, dan merelakan dia yang
pergi tinggalkan perih. Atau mungkin, Move On juga ingin menyadarkan kita
bahwa cinta yang sesunguhnya bukanlah CINTA YANG
PENUH EKSPEKTASI, melainkan CINTA TANPA
EKSPEKTASI. Dan jika memang cinta sesunguhnya adalah CINTA
TANPA EKSPEKTASI, maka siapapun yang bersama
mu, dan siapapun yang meninggalkan mu, kamu tidak
perlu lagi sakit hati, karena cintamu TANPA
EKSPEKTASI. Namun ini bukan berarti kamu CUKUP BODOH untuk
mau dipermainkan oleh mereka yang punya niat
mempermainkan mu. Kamu juga harus cukup jeli
untuk BELAJAR membedakan mana cinta yang tulus,
dan mana cinta yang hanya sekedar harapan palsu. Begitu kamu TAU bahwa cinta nya tulus, berikan dia
CINTA TANPA EKSPEKTASI. Hal yang paling mengejutkan saat kamu cukup dalam
merenungkan hal ini adalah: kamu akan tersadar
bahwa cinta tanpa ekspektasi sebenarnya adalah
bentuk cinta dengan tingkatan paling tinggi. Mengapa? Karena cinta tanpa ekspektasi adalah bentuk
KEPASRAHAN TOTAL kepada ILAHI. Jika kamu memang sudah melakukan *YANG
TERBAIK* untuk memberinya cinta SETULUS MUNGKIN
namun semua nya GAGAL TOTAL, mungkin itu BUKAN
SALAHMU, atau SALAH NYA.. Mungkin itu memang
RENCANA TUHAN untuk membuatmu PAHAM AKAN
CINTA, agar kamu siap untuk menyambut JODOH MU YANG SESUNGGUH NYA (lengkap dengan cinta tanpa
syarat, ketulusan, kenikmatan dan kesetiaan), nanti. Namun, dapatkah kamu melihat atau bahkan BERFIKIR
LOGIS sejauh itu, jika kamu masih dibutakan oleh
EKSPEKTASI? Entahlah.. yang jelas, melangkah lah sekarang.. Move On! Mulai langkah kecilmu, walau terasa berat. Melangkah lah maju, kenanglah masa lalu. Sesekali menoleh kebelakang, dan tersenyum lah..
karena dia memang selalu INDAH pada waktunya. Dia
selalu INDAH sesuai masanya

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s